Tampilkan postingan dengan label Teori Organisasi Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Organisasi Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Mei 2010

Perilaku Konsumen


1.1   PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN
-          James F.Engel, El al(1994)
Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.

-          Schiffman dan Kanuk (1994)
Istilah perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konseumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

-          Loudon dan Albert (1993)
Perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya

-          Kolber dan Amstrong
Perilaku konsumen sebagai perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah tangga, yang membeli produk untuk konsumsi personal

Rabu, 31 Maret 2010

Ilmu Ekonomi

BAB 1
PENDAHULUAN



Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan naluri manusia. Kebutuhan satu individu digabung dengan kebutuhan individu lainnya dalam satu keluarga, akan menghasilkan kebutuhan keluarga. Kebutuhan keluarga yang digabung dengan kebutuhan keluarga lain dalam satu komunitas tertentu, akan menghasilkan kebutuhan komunitas tersebut. Demikian seterusnya sehingga akhirnya akan terakumulasi menjadi kebutuhan penduduk dunia secara keseluruhan.

Didalam kehidupan sehari – hari, mungkin kita selalu berpikir untuk membeli barang-barang yang sangat kita kebutuhan. Jika masih ada sisa mungkin kita akan memikirkan untuk membeli barang yang lain. Namun jika tidak ada sisa, kita akan menangguhkan untuk membeli barang tersebut di lain waktu.
Sebuah Keluarga yang memiliki pendapatan pas – pasan tidak mungkin setiap tahun dapat berlibur ke luar negeri atau dapat membeli gadjet terbaru atau barang mewah lainnya (seperti mobil, perhiasan dsb).
Banyak orang yang mempunyai impian yang sangat besar seperti ingin mempunyai rumah yang mewah, jalan – jalan ke luar negeri, dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain, memiliki time freedom. Tetapi dengan seiringnya waktu impian mereka menjadi lenyap/hilang/terlupakan. Semua ini terjadi karena adanya keterbatasan atau kendala keuangan yang dihadapi, hal inilah yang menyebabkan keluarga mereka tidak bisa memenuhi keinginannya.

Minggu, 21 Maret 2010

Sejarah Ilmu Ekonomi


ILMU EKONOMI
 Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Selasa, 29 Desember 2009

Teori Organisasi Umum 1

KELOMPOK 6

FILING
TEORI DAN ORGANISASI UMUM 1


Happy Gemeli Quanuari
Herawati
Indra M.Yusuf
Indah Kusumawati
Jaka Husein
UNIVERSITAS GUNADARMA
2009


PENGERTIAN FILING

Filing adalah segala tindakan atau perbuatan atau kegiatan yang berhubungan dengan masalah pengumpulan, klasifikasi, penyimpanan, penempatan, pemeliharaan dan distribusi atas surat – surat, catatan – catatan, perhitungan – perhitungan, grafik – grafik, data ataupun informasi yang lain dan tindakan tersebut dilakukan dengan setepat – tepatnya dalam rangka melakakukan suatu proses manajemen serta catatan maupun surat tersebut dapat ditemukan kembali dengan mudah.
Mengapa suatu Filing diperlukan dalam suatu perusahaan ?
1.
dihubungkan dengan bisa tidaknya surat yang disimpan tersebut dipakai dengan mengikuti perubahan di waktu yang akan dating baik menyangkut masalah yang berhubungan dengan perencanaan,pengembangan perusahaan, maupun kemajuan dan perubahan organisasi
2.
Masalah keamanan penempatan FILING yang sebaiknya sewaktu – waktu jika diperlukan dapat dengan mudah ditemukan, hal ini sangat penting karena menyankut dengan proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan perusahaan. Sehingga kecepatan waktu dalam penemuan surat yang dibutuhkan seorang manager sangat perlu diperhatikan.
3.
FILING merupakan suatu tempat penampungan daya ingatan seorang manajer yang sewaktu – waktu jika diperlukan harus dengan cepat ditemukan.
4.
FILING yang dibuat setepat – tepatnya baik pada saat penyimpanan disebut sebagai warkat atau PAPERS
Papers tersebut antara lain :
-
Surat pembayaran barang
-
Surat penerimaan barang
-
Surat hutang
-
Surat asuransi
-
Surat penjualan barang
-
Surat pengiriman barang dll
PENYUSUNAN PAPERS KE DALAM FILE
Untuk menunjang keamanan penyimpanan papaers bisa dilakukan dengan beberapa cara misalnya :
1.system penyusunan papers menurut abjad
Penyusunan papers berdasarkan abjad ini masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian misalnya berdasarkan :
a.Nama orang, nama pendaftar, nama mahasiswa dan sebagainya
b.Masalah yang akan dibahas, topic yang dibicarakan
Untuk mempermudah penempatan dan penemuan kembali papers – papers yang bersangkutan maka sebaiknya dalam tempat penyimpanan papers pada awal nama diselipkan huruf abjad yang sesuai dengan nama depan atau huruf depannya misalnya untu setiap pengatian nama atau topic ditulis kedalam lembaran yang menonjol sehingga mudah dlama mencari topic atau nama yang lainya.
2.system penyusunan papers menurut subyek
Penyusunan papers menurut subyek ini merupakan modifikasi dari penyusunan papers menurut abjad. Modifikasi tersebut dalam hal ini surta atau subyek pokoknya jadi tidak semata –mata abjadnya saja.
3.system penyusunan papers menurut nomor
Penyusunan papers ini dengan jalan menempatkan file – file kedalam tempat yang sesuai untuk kemudian setiap tabs (adalah lembaran menonjol sehingga jelas menjadi pembatas antara bagian – bagian yang berbeda) dari masing – masing file yang dibubuhi nomor dan menempatkannya sesuai dengan nomor surat.
Penyusunan ini biasa digunakan untuk paper-papers seperti cek, wesel atau surat – surat berharga lainnya.
4.system penyusunan papers menurut daerah